Kamis, 14 Maret 2013

LIHATLAH !

Diposting oleh Latifah Ayu Rahmana Sari di 07.37
Menangis dan kemudian menulis. Menulis, lalu menangis. Apa yang kau sedihkan sebenarnya? masih banyak teman-teman kan yang menemani harimu?. Kau juga punya kelompok yang sehobi denganmu. Kau punya mereka yang menemanimu dan sangat tulus mendengar semua yang kau ingin ungkapkan. Apa sih yang kau tangisi? bukankah sudah amat jelas, dan tak ada yang harus dikhawatirkan? apa lagi? kau ini cengeng sekali. Kapan kau mulai memahami apa arti kesabaran dan mengontrol diri. Jangan selalu memikirkan hal buruk yang terjadi. Kenapa tak kau coba selalu melihat sisi positif dari seburuk apapun kejadian. Kenapa kau tak bersyukur saja dengan apa yg telah Tuhan beri. Toh seluruh hidupmu dan seisi bumi ini milik-Nya kan? Lalu apa yang dipermasalahkan? semua sudah ada yang mengatur. Santai saja, jalani, lakukan yang terbaik, mohon kepada Yang Kuasa, dan kau akan bisa menaklukan apa yang kau ingini. Sudah sana hapus dulu air matamu. Semua yang kau anggap buruk itu tak selamanya buruk. Yang kau anggap akan menjadi pemicu itu mungkin dapat menjadi peredam. Ingat pada Tuhan, apa hakmu jika sudah berbicara tentang takdir? usap air matamu, apalagi sekarang? kau ini hanya manusia. Kendalikan dan tata hatimu, sekali lagi jalan hidup hanya Dia yang tahu, cukuplah berikhtiar. Apa yang kau khawatirkan untuk hari esok? tak ada yang perlu dikhawatirkan, sudah ada yang menjaganya untukmu. Ayo tersenyum !

Semua akan baik-baik saja. Hebatkan saja dirimu, lakukan yang ingin kau capai, lakukan yang terbaik untuk orang sekitarmu. Lihat dia yang kehilangan ayahnya, sesedih apa dia? kau bukan apa-apanya sekarang ini. Lihat anak kecil itu. Bahkan dia belum sempat melihat paras ibunya dan takan mungkin dapat melihatnya. Karena apa? pada hakekatnya di dunia ini ada perpisahan dan pertemuan. Entah keadaan atau maut yang memisahkan, tinggal watu yang akan menjawab. Jika kau masih ragu dengan ketenangan hatimu, maka mintalah kepada Tuhan. Semua akan baik-baik saja.
Tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu. Apa sih susahnya dia menceritakan hari yang dia lalui? Hai kau yang sedang dikhawatirkan olehnya, taukah kamu bahwa dia itu yang selalu menunggu ceritamu tiap harinya. Siapa lagi yang seperti itu? maka pedulikanlah sebelum dia menjadi benar-benar tak peduli. Hai kamu yang dia pedulikan, apa sih susahnya memberi tahu posisi apa yang sedang kau sandang sekarang dalam organisasimu? apa kau tak bangga dengan dia? bahkan mungkin dia teramat merasa kau hebat dan menanam penuh harapan. Maka jangan abaikan dia dan berdusta padanya, sebelum dia tak ingin lagi tahu segala tentangmu. Hai kamu yang selalu ditunggu kedatangannya, apasih susahnya untuk mengenalkan dia ke depan teman-temanmu dan membawanya ke kelompokmu di sana? dia selalu ingin mengenal semua yang kau kenal agar mereka tau betapa kalian begitu serasi. Maka hargai dan banggakan dia sebelum ada orang lain di luar sana yang menjadi pengagum setianya melebihimu. Apa kau nyaman jika sudah seperti itu? Apa kau tak merasa kehilangan?
Ibarat keong, dia itu cangkangmu. Ibarat handphone, dia itu menyimpan pin rahasia di dalamnya. Ibarat kue, dia itu pemanisnya. Ibarat bedak, dia itu saputnya. Ibarat jam, dia itu jarumnya. Ibarat pigura, dia itu kacanya. Mungkin saat kau masih bersamanya, kau merasa tenang dan terkadang tak menghiraukan keberadaannya. Namun bayangkan jika dia pergi. Dia memang bukan bagian utama dalam hidupmu, tapi apa jadinya kau tanpa dia? hampa? tentu. Kau tak dapat menjalani keadaan dengan sempurna. Kau akan merasa ada sesuatu yang tak beres. Yaitu tak ada dia dalam hari-harimu, dia yang selalu menjadi penyemangatmu yang nomor satu. Maka hargai selagi dia ada, sayangi selagi kau masih bisa bernafas, bahagiakan selagi kau bisa, lindungi selagi kau mampu, cintai selagi kau diberi umur, dan setialah selagi bumi masih bedesar mengelilingi matahari. Dia mencintaimu, maka jika kau mencintainya juga, jangan berkata apapun yang dusta dan jagalah komitmen cinta itu. Tak ada alasan untuk berpisah kecuali Tuhan yang berkehendak, yaitu telah berbeda dunia.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Latifah Ayu RS Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea