Menangis dan kemudian menulis.
Menulis, lalu menangis. Apa yang kau sedihkan sebenarnya? masih banyak
teman-teman kan yang menemani harimu?. Kau juga punya kelompok yang
sehobi denganmu. Kau punya mereka yang menemanimu dan sangat tulus
mendengar semua yang kau ingin ungkapkan. Apa sih yang kau tangisi?
bukankah sudah amat jelas, dan tak ada yang harus dikhawatirkan? apa
lagi? kau ini cengeng sekali. Kapan kau mulai memahami apa arti
kesabaran dan mengontrol diri. Jangan selalu memikirkan hal buruk yang
terjadi. Kenapa tak kau coba selalu melihat sisi positif dari seburuk
apapun kejadian. Kenapa kau tak bersyukur saja dengan apa yg telah Tuhan
beri. Toh seluruh hidupmu dan seisi bumi ini milik-Nya kan? Lalu apa
yang dipermasalahkan? semua sudah ada yang mengatur. Santai saja,
jalani, lakukan yang terbaik, mohon kepada Yang Kuasa, dan kau akan bisa
menaklukan apa yang kau ingini. Sudah sana hapus dulu air matamu. Semua
yang kau anggap buruk itu tak selamanya buruk. Yang kau anggap akan
menjadi pemicu itu mungkin dapat menjadi peredam. Ingat pada Tuhan, apa
hakmu jika sudah berbicara tentang takdir? usap air matamu, apalagi
sekarang? kau ini hanya manusia. Kendalikan dan tata hatimu, sekali lagi
jalan hidup hanya Dia yang tahu, cukuplah berikhtiar. Apa yang kau
khawatirkan untuk hari esok? tak ada yang perlu dikhawatirkan, sudah ada
yang menjaganya untukmu. Ayo tersenyum !
music
Kamis, 14 Maret 2013
Rabu, 13 Maret 2013
PERBEDAAN !!
Kenapa kita tak pernah sejalan. bukan tak pernah tetapi sering kali kita tak berfikir dengan arah yang sama. Sulitkah mengakui bahwa aku inginkan jalan ku sendiri. Atau sulitkah mengalah untuk melihat kedalam hati ku atau aku yang dengan egois menutup mata dan memaksakan kehendak ku. Bahkan mengalir darah. bahkan bernafas dengan nada yang sama. sulitkah mengerti caraku terluka ????
Aku terluka. Walau tak ku perlihatkan jeritan dan rasa sakitnya.
Aku terkurung. Walau tak ku perdengarkan pada dunia teriakan siksanya.
Aku inginkan sesuatu yang aku inginkan, Walau pada akhirnya semua dengan persetujuan.
Atau jika aku bersalah tidak bisakah kau mengerti dan sesekali mengalah. melihat apa yang salah dan tanpa mengulangi nya. Aku bagai raga yang tak berguna dan aku cukup hidup dalam khayalku untuk memahami itu. dan teriakan demi teriakan, apakah semua itu adalah dosa ku ? hingga aku yang harus menanggungnya. Dan keluhan demi keluhan juga perdengarkan pada semua hingga aku tak lagi membenci dunia seorang diri.
Aku terluka. Walau tak ku perlihatkan jeritan dan rasa sakitnya.
Aku terkurung. Walau tak ku perdengarkan pada dunia teriakan siksanya.
Aku inginkan sesuatu yang aku inginkan, Walau pada akhirnya semua dengan persetujuan.
Atau jika aku bersalah tidak bisakah kau mengerti dan sesekali mengalah. melihat apa yang salah dan tanpa mengulangi nya. Aku bagai raga yang tak berguna dan aku cukup hidup dalam khayalku untuk memahami itu. dan teriakan demi teriakan, apakah semua itu adalah dosa ku ? hingga aku yang harus menanggungnya. Dan keluhan demi keluhan juga perdengarkan pada semua hingga aku tak lagi membenci dunia seorang diri.
Rasa Sakit Itu Tak Pernah Sederhana (Ayah)
Satu kali saja, hanya satu kali.. bisakah kau bersikap dengan selayaknya ?
Satu kali saja, hanya satu kali.. bisakah kau mengukir senyum kecil membuat kami bahagia ?
Satu kali saja, hanya satu kali.. bisakah kau pantas untuk menjadi seperti mereka ?
Satu kali saja, hanya satu kali.. bisakah kau tidak membuat aku dan lainnya menangis karna takdir ku harus seperti ini ?
Rasa sakit tidak pernah sederhana. tidak akan pernah !
Luka tetap akan jadi luka walau ribuan bahkan jutaan tahun sudah hilang dia di antaranya
Hanya satu kali.. dan aku tidak akan lagi pernah menyesal jadi bagian dari dunia ini, dan aku tidak akan lagi menangis karna iri pada yang lain dan aku akan membangga layaknya mereka dan tersenyum sombong, dan aku tidak akan selalu sesak dan merana merasa sakit di sini (di bagian ini)
Satu kali saja.. maka aku akan bertrimakasih untuk hidup yang seperti ini..
Hanya satu kali, bisakah jangan membuat ku sesak, perih, sakit dan terluka lagi..
Satu kali, Satu kali sudah CUKUP!!!
Jadi ketika aku nanti pergi dan menutup lembaran kisah yang bahkan adalah kisah pilu. aku akan tersenyum dan bersyukur karna setidak nya satu kali kau pernah bersikap begitu.
Satu kali saja, hanya satu kali.. bisakah kau mengukir senyum kecil membuat kami bahagia ?
Satu kali saja, hanya satu kali.. bisakah kau pantas untuk menjadi seperti mereka ?
Satu kali saja, hanya satu kali.. bisakah kau tidak membuat aku dan lainnya menangis karna takdir ku harus seperti ini ?
Rasa sakit tidak pernah sederhana. tidak akan pernah !
Luka tetap akan jadi luka walau ribuan bahkan jutaan tahun sudah hilang dia di antaranya
Hanya satu kali.. dan aku tidak akan lagi pernah menyesal jadi bagian dari dunia ini, dan aku tidak akan lagi menangis karna iri pada yang lain dan aku akan membangga layaknya mereka dan tersenyum sombong, dan aku tidak akan selalu sesak dan merana merasa sakit di sini (di bagian ini)
Satu kali saja.. maka aku akan bertrimakasih untuk hidup yang seperti ini..
Hanya satu kali, bisakah jangan membuat ku sesak, perih, sakit dan terluka lagi..
Satu kali, Satu kali sudah CUKUP!!!
Jadi ketika aku nanti pergi dan menutup lembaran kisah yang bahkan adalah kisah pilu. aku akan tersenyum dan bersyukur karna setidak nya satu kali kau pernah bersikap begitu.
Langganan:
Postingan (Atom)


