Rabu, 04 Desember 2013

PEKA!! aku lelah bersabar

Diposting oleh Latifah Ayu Rahmana Sari di 05.17
“Berusaha membuatmu peka atau menunggu hingga kau peka yang ntah sampai kapan bahkan mungkin kau akan sadar disaat aku tak lagi ingin kau peka dengan kehadiran ku..


Aku lupa udah brapa kali aku berusaha sabar dengan tingkah mu dengan ketidakpedulian mu. Seberapa berartinya aku? atau bahkan masih kah aku memiliki arti di hidup kamu? masih pentingkah aku dihidup kamu? masih ada kah peran penting ku dalam hari-harimu? Dan ntah masih banyak pertanyaan “masihkah aku yang menjadi satu-satunya yang ada dihati kamu?”. segitu sibuknya kah kamu dengan pekerjaan mu yang sepertinya waktumu tersita habis dengan nya.

Aku suka kamu mulai fokus dengan masa depanmu yang mungkin juga akan menjadi masa depan kita aaah masa depan kita? Mengucapkan itu rasanya membuat seluruh otak ku bekerja dengan keras apa mungkin masa depan kita yang membuatmu sesibuk ini, membuatmu mengabaikan aku, melupakan waktu mu untuk ku.

Disela jam istrahat mu bahkan aku menjadikan hadphone satu-satunya pandangan yang terus ku lihat, berharap namamu lah yang muncul dalam layar depan benda itu. Arrghhhh tapi percuma! Kau tak kunjung menghubungiku untuk sekedar menanyai kegiatan ku atau perhatian-perhatian kecil yang dulu sering kau lakukan, ya DULU .. dulu saat kau begitu memperhatikan hari-hariku, menjadikan kegiatan ku suatu bagian yang penting kau ketahui. Tapi aku tetap saja aku menunggu benda bodoh itu berdering. Aku sudah seperti si tolol yang memperhatikan benda mati yang ntah kapan mewujudkan harapanku. Aissh kabar dari mu saja sudah menjadi seperti harapan yang ditunggu-tunggu banget -_- dan aku masih dengan lugu menunggu kabar dari mu di jam pulang kantormu.

Aku mulai berhenti berharap hal-hal yang indah bersamamu. Kesibukanmu ketidak pedulian mu pengabaianmu membuatku lelah. Rasanya takan ada lagi hal indah bersamamu. aku ingat dulu, berulang kali ku sebut kata DULU, ya memang DULU segalanya jauh lebih baik dari sekarang tapi sayang itu DULU. Dulu kita punya waktu banyak buat sekedar main jalan-jalan ketawa bareng, bercanda bareng, dan semua hal manis yang udah ngukir cerita dihidup aku hidup kita. Kamu masih inget kan gimana kita dulu? Manis banget kan? Aku kangen masa itu, jujur.

Yaa aku tau sekarang kita bukan lagi anak-anak, remaja ya apalah itu yang sering kau jadikan alasan ketika aku ngambek yang aslinya mah pengen diperhatiin. Kalimat yang slalu jadi andelan mu “kita kan udah dewasa coba lah berfikir dewasa, ngertiin aku dikit ya sayang aku kaya ginikan juga demi kamu juga demi kita” alaaah basi! Demi kita? Demi ambisi kamu kali! Aku lelah sayang aku cape. aku kangen kamu yang dulu, yang punya banyak waktu buat aku. kamu tau seperti apa kamu sekarang? Yang ada di fikiranmu cuma kerja kerja dan kerja. Kamu terlalu fokus sama ambisi mu! Kamu mengabaikan orang-orang disekitarmu, mengabaikan orang-orang yang butuh kamu, aku. Dimana sosok aku dalam pikiranmu? Sudah kau buang jauh-jauh kah? Rasanya aku tak pernah lagi ya menjadi sosok yang menganggu fikiranmu. Ya iyaa wong Cuma kerjaan mu itu tok yang kamu pikirkan.

Kamu bilang aku kaya anak kecil, kamu bilang aku harus dewasa, kamu bilang aku harus lebih ngertiin kamu. Aku mencobanya selalu mencobanya sayang! Kamu sadar pengorbanan aku? Kamu sadar kesabaran aku? dan apa kamu sadar dengan penantian ku? Bukan kah itu udah sebagian caraku menjadi lebih dewasa?  Untuk lebih memahami kamu? dan sekarang bagaimana dengan diri kamu sendiri, dimana pengertian mu dimana letak kedewasaan kamu?

Apa kamu mengerti akan rinduku? Apa kamu ga sadar kalau AKU BUTUH KAMU! aku bukan pajangan yang bisa kamu simpen ditempat manapun kamu suka, lalu kamu dengan bebas melakukan aktivitas kamu dan merawat pajangan itu sesuka waktu kamu kalau kamu ingat dan sempat. Apa aku menjadi seperti itu dimata kamu sekarang? Kamu berubah! Jauh! Dan aku benci.

Kau tau kan? Aku sulit untuk membenci kamu. membenci orang yang kucintai sama saja berusaha menghancurkan kebahagiaan ku. Ku mohon berubah lah untuk ku, untuk kita. Peka lah dengan sosok yang merindukanmu ini .. aku lelah bersabar untuk ambisi mu :’)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Latifah Ayu RS Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea